Halaman

Senin, 29 Oktober 2012

Pengenalan Tools Pada Delphi

Asal mula Delphi 

Borland Delphi dirilis pertama kali pada bulan Februari 1995, dan sekarang sudah mencapai perkembangannya sampai dengan Delphi 6.
Delphi merupakan bahasa pemrograman yang mudah, karena Delphi adalah bahasa perograman tingkat tinggi (high level) sehingga sangat memudahkan user untuk bermain-main di tingkat ini, apa lagi bagi mereka yang malas berurusan dengan level-level yang rendah.
Pemrograman Delphi sangatlah mudah, kita tinggal click and drag, dan jadilah program aplikasi yang kita inginkan.

Form dan unit 

Berbeda dengan pascal, pada Delphi kita akan mengenal OOP (Object oriented programming), jadi bila pada pascal kita akan melihat tampilan yang menjemukan, pada Delphi kita bisa mengatur tampilan kita semenarik mungkin pada form yang kita gunakan. Caranya cukup mudah, kita hanya menaruh komponen-komponen yang kita inginkan pada form tersebut, dan memfungsikan masing-masing komponen sesuai dengan yang kita inginkan.

Unit 

Setiap perubahan pada form akan berakibat perubahan pada unit yang kita miliki, Untuk pindah dari form ke unit, anda bisa tekan F12.
Berikut ini adalah bentuk unit yang diberikan Delphi saat pertama kita membuka sebuah form.

unit Unit1; 
interface 
uses 
Windows, Messages, SysUtils, Classes, Graphics, Controls, Forms, Dialogs; 
type 
TForm1 = class(TForm) 
private 
{ Private declarations } 
public 
{ Public declarations } 
end; 
var 
Form1: TForm1; 
implementation 
{$R *.DFM} 
end. 

Komponen 

Dalam membuat program, Delphi telah menyediakan banyak kemudahan, yaitu dengan disediakannya komponen-komponen. Komponen ini merupakan sebuah procedure/program yang sudah di kompile dan langsung dapat digunakan, sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Untuk menggunakan komponen ini kita dapat meng-klik komponen yang diinginkan, kemudian kita klik di form, maka komponen tersebut akan muncul di form.

Kegunaan beberapa komponen : 

a. Button/ Bitbtn 
Biasa digunakan sebagai tombol kendali. Perbedaan antara bitbtn dengan btn : pada bitbtn kita dapat menyisipkan warna pada tombol dan icon tertentu, lain halnya bila kita menggunakan btn.

b. Panel 
Panel berfungsi untuk mengelompokan komponen-komponen didalamnya.

c. Label 
Kita dapat menamakan atau memberi keterangan pada program.

d. Edit 
Edit berfungsi sebagai masukan data (input) dalam bentuk string, dari bentuk string ini kita dapat mengolahnya menjadi bentuk integer atau bentuk lainnya. Yang kemudian dapat digunakan untuk operasi selanjutnya.

e. Chart 
Data-data yang telah kita analisa, dapat kita tampilkan ke dalam grafik, sehinga memudahkan kita untuk menganalisanya.

f. Stringgrid 
Stringgrid berguna untuk menaruh data string kedalam bentuk kolom tabel, seperti pada Excel. Kita harus mengubah type data ke dalam bentuk string bila data yang ingin kita tampilkan data bukan string.

g. PopupMenu 
Popup Menu berfungsi sebagai perintah yagn aktif bila kita meng-klik kanan mouse, Untuk mengaktifkannya kita harus mengaktifkan popup menu pada komponen yang dinginkan, caranya : ubah pada object inspector.

h. MainMenu
Contoh main menu adalah Option pada tiap aplikasi porgram, dengan komponen ini, kita bisa menaruh fungsi-fungsi program seperti pada aplikasi umumnya.

i. ComboBox
Combo Box berfungsi sebagai petunjuk untuk pemilihan berbagai masukan. Lihat contoh.

j. CheckBox
Bila komponen ini di check maka ada aplikasi yang bisa disetting untuk bekerja dibawahnya.

k. RadioButton
Prinsip kerjanya hampir sama dengan check box, cuma tampilannya saja yang berbeda.

l. Media Player
Biasa digunakan untuk mennyalakan atau memainkan musik (format wav atau midi) dan menjalankan film (format avi).

m. Timer
Timer berfungsi sebagai jam yang telah disediakan Delphi. Dengan timer kita juga dapat mendecode time, sehingga dapat terjadi akusisi data.

n. Clientsocket
Digunakan di client pada saat koneksi ke server.

o. Serversocket
Digunakan di server, yang akan menyediakan layanan koneksi ke client. Masih banyak komponen lain. Untuk mempelajari lebih lanjut dapat dibaca pada help menu.

Object Inspector
Object inspector (gambar 1.2a) berguna sebagai options dari masing-masing komponen. Dengan object inspector ini kita dapat memanipulasi komponen yang kita gunakan (walaupun sebenarnya kita juga dapat menggunakannya dengan menuliskannya lewat text mode).

 

Beberapa contoh pada Properties :

�� Font
Menunjukan font yang akan kita gunakan. Dalam menu ini juga terdapat macam-macam font berikut style dan ukurannya.

�� Caption
Merupakan judul dari form itu. Perhatikan perbedaannya dengan name.

�� Name
Merupakan nama dari komponen itu. Biasanya bila kita mengambil sebuah komponen, Delphi otomatis menyediakan nama sesuai dengan nama komponen tersebut. Namun nama ini dapat dengan mudah kita ubah agar mudah mengingatnya. Berbeda dengan caption pada caption kita tidak mengubah nama componen, melainkan hanya mengubah juduk yang tertera pada komponen tersebut. Sehingga bila kita ingin menggunakan komponen tersebut, yang kita gunakan adalah namanya, dan bukan nama pada caption.

�� Enabled
Menunjukan bahwa komponen ini bisa digunakan atau tidak. Perintah ini cukup penting bila kita tidak ingin user menekan tombol yang tidak diinginkan.

�� Height
Merupakan tinggi dari komponen yang bakalan kita taruh pada form, atau komonen lainnya.

�� Width
Merupakan lebar komoponen.

�� Popup menu
Fungsi ini berguna saat kita mengkilik kanan dan akan tampil perintah. Pada penggunaanya kita mengambuil komponen popup menu dan menset popup menu pada form.

�� Auto size
Fungsi ini berisi mengenai apakah form yang kita mil;iki bisa diperbesar atau tidak.

�� Text
Biasanya tedapat pada komponen edit dan mask edit. Kegunaanya untuk menaruh kata-kata pada komonen ini.

�� Color
Warna pada komponen. Kita dapat mengubah warna-warna tiap komponen (hanya yang disediakan) dengan point ini.

�� Visible
Berfungsi untuk menampilkan dan tidak menampilkan komponen yang kita inginkan.

�� Hint
Bila kursor kita diatas komponen, maka akan muncul suatu keterangan. Keterangan ini yang disebut dengan hint. Jangan lupa untuk mengganti properti show hint menjadi tru untuk mengaktifkannya.

�� Borderstyle
Menunjukan berbagai macam bingkai yang diinginkan. Masih banyak properti lainnya, bisa dipelajari lebih lanjut.
Dengan Object inspector kita juga dapat menentukan event apa yang akan kita buat dengan komponen tersebut. Gambar 1.2b menunjukan object inspector untuk event pada form.
Beberapa contoh event.

�� Onclick
Bila kita mengklik komponen tersebut maka prosedur yang kita inginkan akan dijalankan oleh program tersebut.

�� Onkeypress
Bila kita menekan suatu key (tombol) maka komponen tersebut akan aktif. Perlu diperhatikan pada event ini, delphi mengenal character yang kita tekan melalui kode yang masuk kedalam variabel key

Senin, 22 Oktober 2012

CMS



Sistem manajemen konten (content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web.
 Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
  • aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
  • aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.

Perangkat Lunak CMS :
berikut ini adalah beberapa perangkat lunak yang cukup populer :


CMS banyak dimanfaatkan dan digunakan sebagai :
  • Situs web perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
  • Portal
  • Galeri foto
  • Aplikasi E-Commerce.
  • Mengelola website pribadi / blog.
  • Situs web pembelajaran daring (Inggris: e-learning)
  • Dan lain-lain


CMS diatas bisa kita kelola secara offline, yaitu dengan cara kita menginstall web server terlebih dahulu.. saat ini web server yang banyak digunakan yaitu XAMPP.
XAMPP sendiri adalah server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl.
XAMPP bisa didapatkan dengan mendownloadnya langsung diwebsite resminya yaitu http://www.apachefriends.org/en/xampp.html